Trading dengan Moving Averages

Moving averages (MA) adalah salah satu alat analisia teknikal tertua dan paling populer. Ada berbagai jenis moving average, yaitu simple, eksponensial, time series, triangular, variable, volume-adjusted, dan weighted. Anda juga dapat menghitung moving average dari moving average lainnya. Simple moving average adalah metode yang paling umum digunakan. Ingatlah bahwa moving average sangat powerful dalam trending market, dan tidak cocok digunakan dalam kondisi pasar yang sideways.

Apa itu Moving Average?

Simple moving average (kadang-kadang disebut aritmatika), digunakan untuk menghitung harga rata-rata suatu komoditas pada titik waktu tertentu. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan titik support dan resistance serta dapat berguna untuk mengembangkan titik masuk dan keluar yang tepat pada suatu perdagangan. Jika harga pasar di atas MA yang ditentukan, maka itu adalah sinyal naik, dan ketika tren di bawah MA maka itu adalah sinyal bearish.

Menghitung Simple Moving Average

Menghitung simple moving average sangatlah mudah. Moving average lima hari akan dihasilkan dari pengambilan poin data dari lima hari perdagangan sebelumnya, menambahkannya bersama-sama, dan kemudian membaginya dengan lima. Poin data mana yang Anda gunakan terserah Anda. Banyak trader akan menggunakan harga penutupan dalam menghitung moving average, tetapi Anda juga dapat memasukkan high price, low price, atau open price ke dalam perhitungan Anda. Temukan apa yang dapat memberikan Anda keunggulan yang unik.

Time Frame

Moving average sangat berguna untuk memprediksi pergerakan tren baik bullish maupun bearish, dan dapat digunakan dalam time frame apa pun. Sebagai aturan umum, trader jangka pendek akan menggunakan MA berdasarkan kerangka waktu yang lebih pendek. Trader harian yang sangat aktif yang masuk dan keluar dari pasar dengan cepat bahkan mungkin menggunakan time frame lima menit atau 15 menit.

Secara umum, semakin pendek length suatu moving average maka semakin sensitif sinyal yang dihasilkan. Jika Anda adalah trader jangka panjang, Anda bisa mendapatkan sinyal palsu jika Anda mengandalkan ini. Beberapa trader suka menggabungkan moving average jangka pendek dengan moving average jangka panjang. Ketika moving average jangka pendek melintasi ke arah atas moving average jangka panjang (disebut crossover), maka diperkirakan arah tren bergerak menuju bullish.

Di bawah ini adalah panduan length moving average yang digunakan.

  • Day trader fokus pada moving average 5-25 hari
  • Swing trader dapat menggunakan moving average 26 hingga 59 hari
  • Position trader mungkin menggunakan moving average 50 hingga 100 hari
  • Trader jangka panjang mungkin menggunakan moving average 100 hingga 200 hari

Juga, perhatikan indikator momentum teknis Anda untuk konfirmasi. Ketika Anda melihat Stochastic dan / atau Relative Strength Index berubah bullish atau bearish, Anda mungkin bisa memperkecil length moving average Anda. Seperti disebutkan, dalam jangka pendek moving average akan semakin sensitif.

Artikel ini hanya menggores permukaan dalam hal moving average. Salah satu kelemahan potensial menggunakan moving average sederhana adalah bahwa ini adalah indikator yang tertinggal (lagging indicator). Artinya, Anda melihat apa yang terjadi di masa lalu. Moving average eksponensial membantu meringankan masalah ini, dengan menerapkan lebih banyak bobot pada data yang lebih baru. Moving average tidak dapat diandalkan secara eksklusif dalam membuat keputusan trading, tetapi mereka dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk mengkonfirmasi indikator teknis atau fundamental lainnya. Kami mendorong Anda untuk menjelajahi topik ini lebih lanjut, dan hubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan.