3 Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Market Crash

Ketika kita berbicara tentang investasi di pasar saham, selalu ada subjek yang dianggap tabu: Market Crash! Ya, semua orang senang ketika pasar saham naik, tetapi ketika muncul tanda-tanda kejatuhan pasar saham, sebagian besar investor amatir mulai panik. Jangan salah sangka, saya pernah menjadi investor baru yang juga berpikir bahwa kehancuran pasar saham adalah hal terburuk di dunia dan saya melakukan beberapa pilihan yang sangat buruk karena takut, tetapi keputusan terburuk yang saya buat yaitu: Tidak berinvestasi dalam pasar saham saat crash karena takut akan kehancuran dan menjual semua saham yang saya miliki karena akan turun dan saya bisa membeli saham itu nanti dengan harga yang lebih baik (jual tinggi beli rendah), tetapi seperti yang mungkin Anda ketahui, saya akhirnya menjual rendah dan membeli tinggi.

Saya tidak ingin Anda melakukan kesalahan yang sama dengan yang saya lakukan, jadi saya akan menunjukkan 3 hal yang dapat Anda lakukan ketika investor lain panik karena pasar saham ambruk:

1- Jangan panik!

Pergi dari komputer Anda, simpan telepon Anda dan berhentilah memeriksa pasar saham setiap menit. Perilaku manusia tidak berubah dalam 1000 tahun, kita cenderung terlalu optimis ketika segalanya berjalan baik, dan terlalu pesimistis ketika segalanya memburuk. Saya membuat keputusan terburuk di pasar saham ketika saya sangat pesimis tentang kemungkinan hasil dan menjual saham saya di harga bawah karena saya berpikir bahwa “Ini akan menjadi jauh lebih buruk” dan “Saya akan menjual saham saya sekarang karena saya dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih murah”.

Yah, keputusan itu tidak pernah berjalan sesuai rencana, saya menjual saham saya dengan rugi, dan ketika saham memantul dan naik, saya membelinya lebih tinggi, jauh lebih tinggi dari harga saya menjualnya. Jadi daripada saya panik, maka saya putuskan untuk tidak melakukan apa-apa, hanya duduk, bersantai dan keluar menikmati perjalanan, niscaya saya akan mendapatkan uang saya kembali dan menghasilkan lebih banyak.

Bagaimana saya mengatasi ini? Saya tidak lagi memeriksa akun saya ketika pasar saham sedang buka. Saya hanya melakukannya ketika pasar tutup. Mengapa? karena jika saya panik dan ingin menjual saham, saya sudah tidak bisa melakukannya, karena pasar telah tutup!

“People who succeed in the stock market also accept periodic losses, setbacks, and unexpected occurrences. Calamitous drops do not scare them out of the game.”  – Peter Lynch

2- Ingatkan diri Anda bahwa Anda adalah investor jangka panjang

Keruntuhan pasar saham pasti akan terjadi, ini adalah fakta dan kita tidak bisa menghindarinya. Satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa apa pun yang terjadi , pasar saham akan selalu naik dalam jangka panjang. Ini adalah alasan mengapa investor jangka panjang tidak khawatir dengan crash pasar saham dan juga mengapa investor jangka pendek sangat terpengaruh oleh crash ini.

Jika Anda membeli saham karena Anda merasa nyaman memegangnya selama 5 tahun atau lebih, maka koreksi atau crash pasar hanya merupakan gundukan di jalan dan dalam beberapa tahun Anda akan melakukan yang lebih baik, tetapi, jika rencana Anda adalah untuk memegang saham selama 1 minggu atau 5 bulan saja dan tiba-tiba turun, maka Anda berada dalam masalah besar, dan akan menjadi lebih buruk jika para investor jangka pendek menggunakan margin (meminjam uang) untuk melakukannya.

“The trick is not to learn to trust your gut feelings, but rather to discipline yourself to ignore them. Stand by your stocks as long as the fundamental story of the company hasn’t changed.” – Peter Lynch

3- Beli lebih banyak saham favorit Anda

Pasar saham adalah tempat yang lucu. Jika Anda memiliki uang untuk membeli smartphone terbaru dan tercanggih, Anda tidak memiliki masalah menghabiskan uang karena Anda sangat menyukai smartphone itu, bahkan jika ada flash sale di mana Anda dapat membeli ponsel yang sama dengan 20% atau 30 % diskon, Anda akan bergegas untuk membelinya. Nah, di pasar saham terjadi kebalikannya, orang-orang senang membeli saham ketika harganya makin tinggi dan ketika saham-saham itu “didiskon” mereka bergegas menjualnya. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar investor amatir kehilangan uang!

Yang tetap harus Anda lakukan yaitu periksa apakah fundamental perusahaan masih sama, jika tidak ada yang berubah (PER, PBV, dll) maka penurunan pasar saham akan menjadi peluang sempurna untuk membeli saham favorit Anda dengan harga diskon. Beli lebih banyak saham jika bisa, yang akan menurunkan harga rata-rata saham anda dan akan memberi Anda laba lebih baik ketika mereka naik lagi. Jika Anda tidak dapat membeli lebih banyak, tentu saja jangan menjualnya, terus simpan saham Anda.

“Be fearful when others are greedy, and be greedy when others are fearful” – Warren Buffett