Bagaimana Cara Memilih Saham Untuk Investasi Jangka Panjang?

Jadi, Anda tertarik dengan pasar saham dan ingin uang Anda tumbuh. Anda telah membaca sejumlah blog investasi, majalah keuangan dan berlangganan TIPS Saham dan rekomendasi dari berbagai broker. Namun, Anda takut mengambil langkah selanjutnya. Anda tahu bahwa lebih dari 90% orang kehilangan uang di pasar saham. Sebagian besar dari mereka kehilangan karena mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka terlebih dahulu dan hanya bergantung pada rekomendasi broker atau orang lain.

Jika Anda adalah salah satu dari investor semacam itu dan ingin secara cerdas memilih saham untuk berinvestasi di pasar saham untuk meraih return yang konsisten, maka Anda berada di tempat yang tepat. Dalam posting ini, saya akan menjelaskan kepada Anda 3 poin pertanyaan yang harus dijawab untuk memilih saham yang layak investasi di pasar saham guna menghindari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang konsisten.

1. Apakah perusahaan memiliki fundamental yang baik?

Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, ada beberapa hal yang harus anda ketahui untuk menemukan perusahaan yang secara fundamental kuat. Dengan menggunakan kriteria ini, Anda dapat menyaring perusahaan yang sehat sehingga Anda dapat melanjutkan untuk menyelidiki lebih lanjut. Jika perusahaan tidak kuat secara fundamental, tidak perlu belajar lebih banyak tentang produk / layanan, pesaing, prospek masa depan dll.

Berikut adalah 8 rasio keuangan dan trennya yang harus diperhatikan dengan cermat :

  1. Earnings Per Share (EPS) – Meningkat selama 5 tahun terakhir
  2. Price to Earnings Ratio (PER) – Rendah dibandingkan dengan perusahaan dalam industri yang sama
  3. Price to Book Ratio (P / B) – Rendah dibandingkan perusahaan dalam industri yang sama
  4. Debt to Equity Ratio – Harus kurang dari 1 (Utang lebih disukai <0,5 atau Nol-Utang)
  5. Return on Equity (ROE) – Harus lebih besar dari 20%
  6. Price to Sales Ratio (P / S) – Nilai yang lebih kecil lebih disukai
  7. Current Ratio – Harus lebih besar dari 1
  8. Dividen – Meningkat selama 5 tahun terakhir

Setelah Anda yakin bahwa perusahaan tersebut memenuhi sebagian besar kriteria yang disebutkan di atas, maka pelajari laporan keuangan perusahaan. Membaca laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas) bisa memakan waktu lama. Itulah mengapa pertama-tama pastikan bahwa perusahaan melewati 8 kriteria di atas sebelum Anda mulai menyelidiki lebih lanjut.

2. Apakah Anda memahami produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan?

Setelah memfilter perusahaan berdasarkan fundamental keuangannya, Anda perlu menyelidiki perusahaan tersebut. Pahami perusahaan terlebih dahulu. Pelajari tentang produk dan layanannya. Sangat penting bahwa perusahaan itu mudah dipahami dan memiliki model bisnis yang cukup mudah.

Anda mungkin bertanya mengapa begitu penting untuk memahami perusahaan. Mari kita pahami ini dengan bantuan contoh. Asumsikan bahwa Anda harus memilih seseorang yang akan Anda bayar selama 36 bulan. Sebagai imbalannya, ia akan memberi Anda seperempat dari penghasilannya. Siapa yang akan kamu pilih?

Saat memilih, Anda harus berpikir untuk memilih orang yang kemungkinan besar memiliki penghasilan besar di masa depan. Selanjutnya, apakah Anda akan memilih pria / wanita yang tidak Anda kenal? Karena Anda tidak mengenal orang itu, tidak mungkin Anda dapat memperkirakan berapa penghasilannya di masa depan. Hal yang sama berlaku untuk saham. Jika Anda dapat memahami nilai suatu saham, Anda dapat dengan mudah mengambil keputusan yang baik apakah akan membeli, menahan atau menjual saham kapan saja. Karena itu, selalu berinvestasi di perusahaan yang Anda pahami.

Ada sejumlah perusahaan yang semua orang tahu dan mengerti. Dari pasta gigi, sabun, handuk, t-shirt, celana jins, sepatu hingga sepeda, mobil, maskapai penerbangan, bank; ada perusahaan di balik setiap saham. Investasikan pada perusahaan semacam itu. Jangan membeli saham ‘ABC Pharmaceuticals’ tanpa mengetahui obat / produk apa yang dihasilkannya.

3. Apakah orang masih akan menggunakan produk atau layanan ini dalam 15-20 tahun dari sekarang?

Langkah selanjutnya adalah bertanya tentang usia perusahaan. Carilah perusahaan dengan umur yang panjang. Perusahaan tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan power of compounding. Hindari berinvestasi di perusahaan yang baru berumur beberapa tahun.

Misalnya, apakah menurut Anda orang akan menggunakan sabun dalam 20 tahun dari sekarang? Jawabannya iya’. Sabun sudah ada selama lebih dari 100 tahun dan pasti akan berlanjut di masa depan. Mungkin aromanya akan berubah, tetapi sabunnya akan tetap ada. Sekarang, ambil contoh lain. Apa pendapat Anda tentang pen-drive atau perusahaan manufaktur USB? Apakah Anda berpikir bahwa 20 tahun dari sekarang orang-orang masih akan menggunakan pen drive? Jawabannya adalah tidak. Secara keseluruhan, pilih hanya saham yang akan bertahan selama 15-20 tahun ke depan.