Haruskah Anda Hold Saham Lebih Dari Sehari?

Trader harian membeli dan menjual saham, mata uang, atau futures hanya sepanjang satu hari sesi perdagangan. Biasanya, perdagangan ini ditutup sebelum jam tutup pasar. Menyimpan saham lebih dari sehari membutuhkan pertimbangan yang cermat.

Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menyimpan Saham Lebih dari Sehari

Setiap pasar (saham, valas, dan futures) memiliki faktor yang berbeda untuk dipertimbangkan. Risiko dan manajemen risiko harus diatasi, serta biaya modal untuk tetap menyimpan saham dan alasan strategis untuk menahan posisi tersebut lebih dari sehari.

Biasanya alasan trader meng-hold saham lebih dari sehari yaitu untuk meningkatkan laba mereka, atau dengan harapan floating loss akan berkurang atau berubah menjadi profit pada hari berikutnya.

Trader yang sukses telah menetapkan batasan yang jelas tentang kapan mereka melakukan perdagangan, dan kapan mereka akan mengambil untung dan rugi. Seringkali batasan-batasan ini mencakup penggunaan perintah stop-loss, trailing stops, dan target laba.

Jika salah satu dari saham yang telah dibeli tidak mencapai batas take profit atau stop loss yang telah ditetapkan sampai akhir sesi perdagangan, maka posisi harus ditutup secara manual. Menahan saham lebih dari sehari menghadirkan risiko tambahan dan membutuhkan variabel-variabel baru yang kemungkinan tidak dipertimbangkan pada trading plan sebelumnya.

Cut Loss Saat Penutupan

Posisi saham yang floating loss seharusnya tidak disimpan lebih dari sehari. Segera cut loss dan mulai trading lagi dengan semangat yang baru keesokan harinya. Jika protokol manajemen risiko digunakan dengan tepat, maka tidak ada kerugian besar yang terjadi hanya dari sebuah perdagangan. Jadi tidak ada alasan untuk bertaruh apakah perdagangan akan menguntungkan pada hari berikutnya.

Menyimpan saham lebih dari sehari bisa menjadi sebuah perjudian karena begitu pasar tutup, risiko baru akan muncul.

Take Profit Saat Penutupan

Jika mengharap keuntungan lebih dengan menyimpan saham lebih dari sehari, ini juga merupakan pertaruhan. Perubahan kondisi setelah jam pasar selain menyebabkan keuntungan bisa meningkat juga bisa berubah menjadi kerugian. Segera realisasikan keuntungan dan berdagang lagi dengan fresh di hari berikutnya.

Lebih banyak keuntungan dapat diperoleh esok hari pada entry baru, jadi harapan untuk menghasilkan lebih banyak profit biasanya bukan alasan yang cukup baik untuk mengasumsikan risiko menyimpan saham lebih dari sehari.

Trader harian juga mungkin tergoda untuk menyimpan saham lebih dari sehari jika mereka mengharapkan pergerakan harga pada hari berikutnya. Misalnya, perusahaan mengeluarkan laporan keuangannya malam ini dapat menyebabkan harga naik atau turun pada hari berikutnya. Meskipun ada potensi keuntungan besar di sini, namun ada juga risiko besar jika trader salah memprediksi laporan keuangan perusahaan saham tersebut apakah surplus atau minus.

Hanya sedikit alasan yang masuk akal untuk menyimpan saham lebih dari sehari kecuali keadaan yang memaksa anda melakukannya seperti trading halt atau kurangnya likuiditas.

Masalah kurangnya likuiditas sebaiknya dihindari dan fokuslah pada perdagangan dengan volume yang cukup. Hanya swing trading (perdagangan yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa bulan) yang harus menyimpan saham lebih dari sehari. Ini harus direncanakan sebelum entry, bukan ketika sudah entry.

Kesimpulan tentang Menyimpan Saham Lebih Dari Sehari

Sesuai dengan namanya, Trader harian harus disiplin untuk melakukan perdagangan hanya dalam satu hari. Kecuali suatu perdagangan awalnya memang direncanakan untuk disimpan lebih dari sehari, maka selain itu harus ditutup selama jam pasar aktif. Ini membantu menghindari masalah yang umum terjadi seperti menahan floating loss lebih lama dengan harapan akan kembali ke profitabilitas atau perjudian apakah pasar akan naik atau turun dalam semalam.