Inilah 7 Tips Investasi Saham Ala Ustadz Yusuf Mansur 

Saya cukup terkejut dengan alasan pemilihan saham dari seorang publik figur religius Ustadz Yusuf Mansur ketika saya membacanya di sebuah website. Di artikel CNBCIndonesia ini dikatakan bahwa beliau untung sekitar 3 kali lipat di saham BRI Syariah (BRIS). Saham ini mencapai harga tertingginya yaitu 1690 pada tanggal 15 Oktober lalu. Jadi diperkirakan ustadz Yusuf Mansur memiliki saham BRIS ini di kisaran harga 500 an.

Meskipun harganya sempat jatuh hingga ke 135 pada bulan Maret lalu ketika awal musim korona, saham BRIS berhasil rebound bahkan rally seiring isu merger bersama Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

“Rumus saham sederhana… miliki hati yang tulus, bantu perusahaan yang mau dimasuki. ini dulu. kemudian, masuk saat harga jatuh, murah. Bukan dengan tujuan utama dapat cuan. Tapi nolong saat lagi pada jatuh. Beda tuh value-nya…”

“Kemudian bersabar… jangan nanya mulu, hahaha. jangan liatin naik turunnya saham. Tar stress. biar aja Allah yang ngasih tahu dan mbimbing dengan niatnya itu.”

– Ustadz Yusuf Mansur

7 Tips Investasi Saham Ala Ustadz Yusuf Mansur

Sabar

Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa ustadz Yusuf Mansur membeli saham BRIS ini sejak IPO yaitu 9 Mei 2018. Itu berarti beliau telah sabar memegang saham ini selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.

Niat tulus membantu perusahaan

Hal ini dapat dilihat dari pemilihan saham berikutnya setelah BRIS, yaitu maskapai Garuda Indonesia (GIAA). Sudah bukan rahasia lagi kalau maskapai penerbangan kebanggaan Indonesia ini kinerja keuangannya sangat buruk. Bahkan beberapa kali terlibat kasus yang fatal seperti perekayasaan Laporan Keuangan hingga penyelundupan kendaraan mewah.

Seorang investor, baik itu value investor ataupun growth investor hampir mustahil menemukan alasan yang tepat baik PER, PBV dsb untuk masuk ke saham ini. Tapi lain cerita dengan ustadz Yusuf Mansur. Beliau sama sekali tidak mengungkit masalah fundamental perusahaan. Justru yang beliau tekankan adalah harapan ke depannya bahwa dengan membeli dan memegang saham Garuda ini dapat membantu perusahaan mengatasi kerugian atau hutang-hutangnya.

Masuk saat harga jatuh

Saat berita itu diturunkan, posisi saham GIAA memang sedang jatuh di harga 200-an. Sejalan dengan yang beliau sampaikan di artikel tersebut :

“Justru harus beli sekarang… dan doain. supaya yang salah [kasus yang melibatkan Garuda soal Bombardier], dibenerin. Diampuni, diperbaikin, entar kita dapat benefits juga dari saham saat naek dan benefits dari doa saat dapat berita atau isu jelek. Kan belum tentu bener juga, semua berita, iya, kan?”

Menurut saya pribadi, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk menilai apakah harga suatu saham sudah masuk dalam kategori jatuh yaitu harga berada di bawah MA200.

Doa

Ustadz Yusuf Mansur tak lupa juga berpesan kepada para pemegang saham untuk ikut mendoakan perusahaan agar dapat melakukan perbaikan operasional perusahaan ke depannya.

Saham Syariah

Ustadz Yusuf Mansur menegaskan untuk memilih saham yang berbasis syariah, apapun emiten syariahnya. BRIS dan GIAA juga merupakan saham syariah. Saat ini terdapat 403 saham syariah yang tergabung dalam indeks ISSI.

Saham BUMN

Pada artikel tersebut Yusuf Mansur mengisyaratkan untuk memilih saham-saham yang menangani proyek-proyek strategis nasional yaitu BUMN. Saat ini terdapat 14 perusahaan BUMN dan 12 anak BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Tidak Menjual Seluruh Saham

Meski telah memegang selama lebih dari 2 tahun 5 bulan dan memperoleh keuntungan 3 kali lipat, namun ustadz Yusuf Mansur tidak menjual seluruh saham BRIS yang dimilikinya. Horizon investasinya tetaplah jangka panjang, meski sebagian ada yang dijual, sebagian lagi tetap dipertahankan.

Demikianlah 7 tips investasi saham yang dapat kamu tiru dari sosok Ustadz Yusuf Mansur. Semoga dapat membantu kita untuk sukses sebagai investor di pasar modal. Amiin.