Pentingnya Memahami Arus Kas Sebuah Perusahaan

Dalam diskusi mengenai pemilihan perusahaan yang baik, sering kali muncul pertanyaan: “Aspek apa yang paling diperhatikan investor dalam memilih sebuah perusahaan yang baik?” Seringkali jawaban yang muncul adalah LABA. Jawaban ini tentu tidak salah, akan tetapi hanya memperhatikan laba saja tentu tidak tepat. Ada aspek lain yang sebenarnya cukup penting, yaitu Arus Kas Perusahaan.

Laporan Arus Kas sebuah perusahaan terdiri dari 3 aspek, yaitu Arus Kas Aktivitas Operasi, Laporan Arus Kas Aktivitas Investasi dan Arus Kas Aktivitas Pendanaan. Yang paling perlu kita perhatikan dengan baik dan akan kita bahas pada tulisan kali ini adalah Arus Kas Aktivitas Operasi.

Sedikit pemahaman mengenai Arus Kas Aktivitas Operasi

Laporan Arus Kas Aktivitas Operasi merupakan laporan yang menginformasikan nilai uang tunai yang diperoleh sebuah perusahaan dari aktivitas usahanya (penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran bahan baku, beban gaji, pelunasan utang ke supplier, penerimaan piutang dari pelanggan dll). Apabila saldo akhir Aktivitas Operasi Perusahaan bernilai positif, berarti di periode tersebut perusahaan telah berhasil menggenerate cash, dan ini menjadi hal penting.

Di catatan sebelumnya telah dibahas bahwa pada dasarnya dengan mengggunakan metode yang berbeda-beda, penghitungan laba sebuah perusahaan bisa menghasilkan angka yang berbeda-beda pula. Akan tetapi dalam menghitung cashflow, angka yang dihasilkan harus selalu sama karena berpatokan pada nilai tunai yang diperoleh atau dikeluarkan oleh perusahaan.

Cash is a fact, profit is an opinion. Jadi tujuan membaca laporan arus kas ini adalah meyakinkan investor apakah laba perusahaan tersebut diiringi dengan arus kas yang baik. Apabila laba sebuah perusahaan tidak diikuti dengan arus kas aktivitas operasi yang baik, menjadi red alert bagi seorang investor. Boleh jadi laba tersebut muncul karena penjualan dengan piutang kepada pelanggan, atau misalkan menggunakan metode penyusutan saldo menurun sehingga beban diakui lebih besar di awal dan banyak lainnya.

Sekarang mari kita lihat apa yang bisa dilakukan perusahaan yang memiliki arus kas aktivitas operasi yang baik dan bertumbuh setiap tahun :

1. Membayar Hutang Jangka Panjang

Dengan memiliki kas yang cukup besar yang dihasilkan dari aktivitas operasi, sebuah perusahaan akan memiliki opsi untuk melunasi utang jangka panjangnya. Dengan demikian perusahaan akan menjadi lebih efektif dan efisien ke depannya karena telah mengurangi beban bunga atas utang jangka panjang tersebut. Dampaknya? Meningkatkan laba dan tentu investor akan menyukai hal ini.

2. Membagi Dividen

Jelas tidak perlu diceritakan banyak tentang hal ini. Pembagian dividen tentu akan membuat investor senang. Dengan manajemen cash yang baik, perusahaan dapat mengatur pembagian dividen dengan baik. Yang bahaya adalah ketika sebuah perusahaan membagi dividen, dimana dividen tersebut dibagi melalui pinjaman. Ini menjadi red alert bagi investor. Perusahaan dengan arus kas aktivitas operasi yang baik, tentu tidak akan melakukan hal ini. Mereka mampu membagi dividen berdasarkan cash yang mereka peroleh sendiri.

3. Melakukan Buyback

Jelas, buyback hanya dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan jika mereka memiliki cukup cash. Dicatatan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa buyback yang dilakukan oleh perusahaan akan selalu menguntungkan investor karena 2 hal. Pertama, adanya demand baru di pasar sehingga sesuai dengan hukum permintaan-penawaran, harga saham akan naik. Kedua, EPS yang diperoleh investor akan menjadi lebih tinggi, karena adanya pembagian kue yang semakin sedikit.

4. Melakukan Ekspansi tanpa hutang

Dengan kas yang melimpah, manajemen perusahaan akan mampu melakukan ekspansi, tanpa harus melakukan pinjaman yang berlebih. Dengan begitu apabila ekspansi tersebut berhasil, maka akan menguntungkan bagi investor karena laba perusahaan tentunya akan meningkat pula.

Semoga bermanfaat

Sumber: @investor_milenial20