Evaluasi Seorang Investor Saham Di Akhir Tahun

Tahun baru sebentar lagi datang, ga terasa kita akan masuk ke tahun yang baru 2021. Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jika kita ingin lebih baik pada tahun yang baru, kita sebaiknya merefleksikan apa-apa saja yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita mengevaluasi segala hal yang telah kita lakukan, kesalahan yang kita buat dan hal apa yang kita capai.

Untuk menjadi Investor yang lebih baik, kita juga harus melakukan evaluasi perjalanan investasi kita. Kita harus mengevaluasi segala keputusan kita yang salah dan yang tepat, selama berinvestasi selama setahun. Hal ini tentu saja kita lakukan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedepannya dan membantu kita mengingat segala keputusan yang tepat yang telah kita lakukan.

Nah kira-kira apa saja yang hal-hal yang harus kita evaluasi dalam berinvestasi saham setiap tahunnya?

1. Berapa persen profit/loss kita selama satu tahun ini ?

Tentu saja hal pertama yang harus kita evaluasi adalah kinerja portofolio kita. Berapa keuntungan/kerugian kita selama setahun. Namun rugi selama setahun di pasar saham tidaklah selalu buruk. Kita harus membandingkan profit/loss kita dengan IHSG.

Walaupun kita rugi 10 %, namun IHSG ternyata turun 20%, berarti kinerja portofolio kita masih cukup baik. Lebih baik lagi jika IHSG turun selama setahun, namun kita tetap bisa mencetak profit. Jika kita untung 10% selama setahun, namun IHSG naik 20% selama setahun,berarti kinerja kita tidak terlalu bagus. Jadi selalu bandingkan profit/loss kita terhadap IHSG.

2. Saham apa saja yang memberikan keuntungan?

Saham apa saja yang memberikan kerugian? Saham mana yang memberikan keuntungan terbesar? Saham mana yang memberikan kerugian terbesar?

Cek kinerja setiap saham yang kita punyai, saham mana yang rugi, saham mana yang untung. Evaluasi penyebab turun dan naiknya harga saham yang kita miliki, terutama untuk saham-saham yang harganya naik tajam dan turun tajam.

Apakah ada isu serius yang mengakibatkan harganya naik tajam dan turun tajam? Seperti kinerjanya menurun, ada isu buruk dari perusahaan atau lainnya. Namun jika tidak ada isu serius pada perusahaan tersebut, mungkin naik dan turunnya harga saham tersebut hanya dikarenakan kebimbangan dari Mr. Market.

3. Saham apa saja yang telah kita beli selama setahun? Bagaimana Kinerjanya ?

Evaluasi setiap saham yang kita beli. Apakah keputusan tepat untuk membeli saham tersebut? Tepat atau tidaknya keputusan kita bukan semata-mata dilihat dari harga saham yang kita beli meningkat atau tidak setelah kita beli. Yang terpenting yang harus kita lihat juga adalah apakah kinerja perusahaan yang kita beli itu bagus seperti yang kita harapkan saat membelinya.

4. Saham apa saja yang kita jual?

Evaluasi setiap saham yang kita jual dan evaluasi apakah keputusan yang tepat untuk menjual saham tersebut jika kita lihat dari harga saham dan kinerjanya sekarang.

5. Saham apa saja yang awalnya ingin kita beli, namun tidak jadi kita beli?

Evaluasi juga setiap saham “yang tidak jadi kita beli”. Seringkali kita sudah menganalisis dan ingin membeli sebuah saham, namun karena suatu alasan kita tidak jadi membelinya. Nah kita harus mengevaluasi kembali apakah alasan kita untuk tidak membelinya adalah keputusan tepat? Bagaimana kinerjanya setelah kita memutuskan untuk tidak membelinya? Apakah malah membaik ? atau malah memburuk?

Kita harus mengevaluasi kembali mengapa awalnya kita tidak jadi membeli saham tersebut dan membandingkannya dengan kondisi sekarang.

6. Strategi apa yang salah yang kita terapkan selama setahun ini? Strategi apa pula yang bagus yang kita terapkan selama setahun ini?

Semisalnya, awalnya kita tidak memperhatikan operating cash flow perusahaan dan hanya melihat net profit perusahaan. Akibat dari strategi ini, akhirnya kita rugi di beberapa perusahaan. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengubah strategi kita untuk tidak hanya melihat laporan laba rugi, tapi juga laporan arus kas.

Contoh lainnya, kita menerapkan strategi diversifikasi yang terlalu banyak pada portofolio kita, sehingga kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti semua saham yang ada di portofolio kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita membatasi diversifikasi kita pada portofolio kita misalnya hanya memiliki 7-15 saham.

7. Dan lain-lain. Banyak lagi hal yang bisa kita evaluasi tergantung dengan perjalanan investasi kita.

Dari semua evaluasi tersebut, Lalu kita dapat membuat kesimpulan terkait perjalanan investasi kita selama setahun, apa keputusan kita yang salah ataupun tepat, apa saja yang harus kita benahin kedepannya, apa yang harus kita tetap lakukan kedepannnya.

Yang paling utama, kita harus benar-benar mengingat keputusan yang salah yang terus-menerus kita lakukan selama setahun. Contohnya : selama setahun ini kita membeli 3 saham yang berbeda, hanya karena banyak direkomendasikan oleh analisis, tapi ternyata kinerja saham itu memburuk dan harganya menurun. Nah berarti untuk tahun depan kita tidak boleh memakai rekomendasi analisis tanpa melakukan analisis sendiri.

Simpelnya : evaluasi kinerja kita > cek keputusan kita yang salah dan yang tepat > rencanakan action untuk perbaikan tahun depan .

Namun mengevaluasi dalam pikiran saja tidak cukup. Sebaiknya kita menuliskan semua evaluasinya, agar kita mempunyai catatan berinvestasi yang bisa kita baca kembali, jika kita lupa. Dan tentu saja dengan mencatat kita akan jauh lebih ingat.

Happy Holiday !
Semangat berinvestasi !
Semangat untuk mempersiapkan rencana di tahun yang baru !
Semoga membantu dan semua semakin banyak cuan !

sumber: ARBHunterGroup